Jumat, 30 Oktober 2009

Bermain Sambil Berpikir


Pengarang: Sistoyo

Buku yang tipis ini (kurang dari 100 halaman!) terdiri atas 61 teka-teki, mulai dari teka-teki matematika, teka-teki logika, sampai teka-teki yang agak jayus. Dilengkapi pula dengan jawaban-jawaban dari tiap soal, yang kadang tak terduga, kadang ajaib, dan ada pula beberapa teka-teki yang populer yang dimasukkan pula ke dalam buku ini.

Kelebihan: Teka-tekinya lucu dan menghibur.
Kekurangan: Banyak teka-teki yang jayus dan garing jawabannya. Serta ada beberapa teka-teki yang populer sehingga tanpa melihat ke kunci jawaban, kita sudah mengetahui jawabannya.

Nilai: 6/10

Kamis, 22 Oktober 2009

Girl Story & Girl Story Alive

Pengarang: Yutaka Kanzaki dan Rika Tanaka
Penerbit: Elex Media Komputindo
Jumlah jilid: 5(Girl Story), 2 (Girl Story Alive)

Yah mungkin ada baiknya saya memberikan pula resensi komik-komik yang sudah saya baca dan berkenan di hati saya. Tadinya saya tidak mau memasukkan resensi komik ke dalam blog ini, namun setelah dipikir-pikir karena peminat komik Jepang alias manga juga lumayan banyak di sini, jadi saya memutuskan untuk meresensi beberapa yang sudah tamat. Apalagi saya juga salah satu peminat manga.

Morning Musume. Ketika mendengar dua kata ini, mungkin banyak dari antara kalian yang tidak mengetahui apa itu. Jangankan "orang awam", kadang penyuka Jepang pun belum tentu mengetahui apa itu Morning Musume. Padahal sebenarnya kalau kalian mencari di Wikipedia, kalian akan mengetahui bahwa Morning Musume itu cukup terkenal di Jepang. Morning Musume adalah sebuah grup berisikan penyanyi berusia sekitar 12 tahunan sampai 20-an tahun, yang semuanya perempuan. Untuk mengikuti grup ini diperlukan audisi yang sangat ketat yang diikuti oleh ribuan orang di setiap audisinya. Selain menyanyi, grup ini juga menari.
Serial komik ini menceritakan tentang perjalanan Morning Musume dari awal berdirinya yaitu 1998 sampai tahun 2004. Walaupun Morning Musume masih ada sampai sekarang tapi komik ini sudah terlebih dahulu selesai. Bahkan sebagian besar anggota Morning Musume yang diceritakan dalam serial ini sekarang sudah tidak lagi menjadi anggota Morning Musume. Tapi secara keseluruhan, serial ini lumayan menarik dan akan menambah pengetahuan kalian mengenai sejarah Morning Musume.

Pada Girl Story Alive, ceritanya lebih berupa cerita lepas, tapi masih berhubungan dengan single-single Morning Musume. Dikemas dalam bentuk gambar chibi dan cerita yang lebih menekankan unsur komedi.

Kelebihan: gambarnya menarik dan lucu, tidak membosankan walau dibaca berulang kali (terutama yang Alive)
Kekurangan: grup yang dibahas tidak terlalu terkenal untuk pembaca di Indonesia. Saya sendiri baru mengetahui Morning Musume setelah membaca komik ini.

Nilai: 7,7/10

Understanding Comics: Memahami Komik

Pengarang: Scott McCloud
Penerbit: KPG
Tahun terbit: 1993 (asli), 2001 (terjemahan)
Tebal: 215 halaman

Kita semua pasti mengenal dan pernah membaca komik. Tapi kadang kita merasa bahwa komik itu tidak berguna, ceritanya rendahan dan kekanakan, sekali baca pasti langsung dibuang. Padahal sebenarnya tidak begitu. Buku ini memberitahukan kepada kita bahwa komik adalah sesuatu yang unik dan penuh misteri. Dengan membaca komik, kita secara tak langsung membangkitkan imajinasi kita dan menggunakan kelima indera kita. Dikemas dalam bentuk komik yang menarik dan sangat mengundang rasa penasaran serta tidak membosankan, buku ini akan mengubah pandangan hidup Anda tentang komik!!

Kelebihan: menarik, walaupun gambarnya sederhana tapi tidak membosankan sama sekali, membuat penasaran hingga sekali Anda membuka buku ini dan membacanya, Anda akan sulit untuk berhenti membaca. Tak seperti buku McCloud lainnya yang berjudul "Menggambar Komik" (kalau saya tidak salah), buku ini dilengkapi beberapa halaman berwarna untuk menjelaskan fungsi warna selain hitam dan putih beserta gradasinya, dalam komik.
Kekurangan: gambarnya kurang bagus dibandingkan saat buku McCloud yang berjudul "Menggambar Komik".

Nilai: 8,7/10

Whoever You Are, I Love You Mom

Pengarang: Iris Krasnow
Penerbit: Serambi
Tebal: 319 halaman
Tahun terbit: 2006 (versi asli), 2008 (terjemahan)

Mencintai ibu kita kadang bukanlah suatu hal yang mudah. Terutama kalau kita sedang marahan dengan ibu kita, atau kita merasa bahwa ibu kita tidak sayang lagi kepada kita.
Pernah merasakan hal seperti itu? Cobalah untuk membaca buku ini. Di dalam buku ini ada 116 cerita dari 116 perempuan mereka tentang hubungan mereka dengan ibu mereka. Mulai dari yang biasa-biasa saja, yang sangat harmonis, sampai yang penuh dengan konflik. Tak hanya ibu kandung, hubungan mereka dengan ibu angkat atau ibu tiri, atau bahkan pencarian ibu biologis, semua ada. Diceritakan pula latar belakang singkat dari si anak perempuan dan juga ibu mereka, sebelum masuk ke kisah utama. Semuanya berujung pada satu inti: selagi masih ada kesempatan, luangkanlah waktu bersama ibu anda, karena saat-saat itu tidak akan terulang lagi untuk kedua kalinya.

Kelebihan: cerita-cerita di dalamnya beragam, ada yang unik, ada yang lucu, mengharukan, sampai menyedihkan. Walaupun temanya "hubungan anak perempuan dengan ibu mereka" tapi anak laki-laki juga tak ada salahnya membaca buku ini. Sebenarnya menurut saya, tak ada salahnya mencintai ibu kita (seperti yang dikatakan dalam buku ini), tapi ada baiknya kalau kita juga mencintai ayah kita seperti kita mencintai ibu kita, karena biar bagaimanapun, ayah kita juga orangtua kita.
Kekurangan: entah kenapa agak membosankan hingga saya membutuhkan waktu lebih dari 2 minggu untuk membaca buku ini (dan selama selang waktu itu, saya membaca buku-buku lainnya yang juga saya resensikan maupun tidak). Mungkin karena layoutnya yang menurut saya agak berantakan. Menurut saya buku ini akan lebih enak untuk dibaca kalau saja layoutnya seperti dalam serial "Chicken Soup". Di dalam buku ini, antara satu cerita dengan cerita lainnya terasa langsung, tanpa ada jeda halaman. Menurut saya lebih baik kalau satu cerita selesai dalam beberapa halaman, kemudian cerita lainnya di halaman berikutnya. Selain itu untuk kisah si penulis dengan ibunya, terasa melompat-lompat dan diulang-ulang, karena pada saat penulis menanggapi suatu kisah, tak jarang ia mengambil contoh hubungan dirinya sendiri dengan ibunya.

Nilai: 7,8/10

Sabtu, 17 Oktober 2009

Annie's Baby


Pengarang: Anonim
Penyunting: Beatrice Sparks, Ph.D.
Penerbit: Gramedia
Tebal: 259 halaman

Buku ini diadaptasi dari sebuah buku harian milik seorang yang tak mau disebut namanya (yang disini bernama Annie) yang ketika dia berumur 14 tahun, dia hamil di luar nikah. Walaupun ada temannya yang mengalami pengalaman serupa dan memutuskan untuk aborsi, tapi Annie memilih tidak melakukannya dan tetap ingin melahirkan bayinya itu. Sedangkan, laki-laki yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab.
Buku ini dapat menjadi pembelajaran bagi remaja yang belum menikah, terutama yang perempuan, agar tidak cepat tergoda dengan melakukan hubungan seks sebelum menikah, hanya dengan alasan karena sama-sama cinta. Cinta itu bisa hilang, tapi dampak yang ditimbulkan setelah hubungan seks itu tidak bisa hilang, apalagi yang perempuan.

Kelebihan: disampaikan dengan menarik dan sangat tidak membosankan. Membacanya seperti membaca sebuah novel teenlit terjemahan.
Kekurangan: sepertinya saya belum menemukannya...

Nilai: 8,1/10

Rabu, 14 Oktober 2009

A Father's Affair: Anakkukah Kau, Anakku?

Pengarang: Karel Glastra van Loon (24 Desember 1962-1 Juli 2005)
Penerbit: Serambi
Tahun terbit: 1999 (karya asli), 2003 (terjemahan Indonesia)
Tebal: 366 halaman

Sebelum lupa akan ceritanya, saya langsung menulis resensi buku ini tepat setelah saya selesai membaca buku ini.

Buku yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 35 bahasa ini menceritakan tentang Armin, seseorang yang mempunyai anak lelaki bernama Bo. Ibu kandung anak itu yaitu Monika meninggal ketika Bo berumur 3 tahun. Armin kini punya kekasih baru yaitu Ellen, dan mereka tentu saja ingin memiliki anak. Tapi dalam suatu pemeriksaan diketahui bahwa Armin sebenarnya mandul.
Armin pun curiga karena ternyata dengan demikian, Bo bukanlah anaknya. Maka dimulailah perjalanan Armin untuk mencari ayah biologis dari Bo. Di akhir novel kita akan mengetahui hubungan sebenarnya antara Armin dan Bo, sedekat apakah hubungan mereka sebenarnya...

Kelebihan: ceritanya menarik dan cenderung mudah dimengerti untuk novel terjemahan. 1 bab sekitar maksimal 4 halaman sehingga tidak membosankan. Diselipkan juga tambahan pengetahuan-pengetahuan (dari yang diajarkan Armin kepada Bo) yang akan membuat kita berpikir, misalnya "Ketika kita melihat sebuah perahu yang berlayar menjauhi pantai, mula-mula kita masih melihatnya utuh, namun kemudian perlahan-lahan bagian bawahnya 'menghilang', sampai tinggal layarnya saja yang tampak, dan akhirnya tak tampak sama sekali. Itu karena bumi bulat. Tapi kenapa di darat tidak bisa seperti itu? Misalnya tiang listrik yang tampak setengahnya saja dari kejauhan."
Kekurangan: ada beberapa kalimat terjemahan yang tidak sesuai dengan EYD, misalnya "kakap merah pakai saus cuka".

Rating: 7,7/10

Janda-janda Kosmopolitan

Pengarang: Andrei Aksana
Cerbung dari "Kompas"

Cerbung yang baru saja tamat dari "Kompas", lagi-lagi karya dari Andrei Aksana.

Bercerita tentang kehidupan seorang janda yang bernama Rossa, pemilik sebuah butik di Jakarta. Ia mempunyai seorang anak bernama Adys, yang lahir di luar nikah karena yang menghamilinya tak mau bertanggungjawab. Sehari-hari Adys diasuh oleh keponakan Rossa, murid SMA yang bernama Prilly.
Suatu hari, karena ujian Prilly sudah dekat, jadi Rossa memutuskan untuk mencari pengasuh untuk Adys. Dan Rossa pun menemukan Nunung, mantan TKW dari Arab yang serba bisa dan unik. Ternyata Nunung juga seorang janda. Kisah hidup Nunung dan Rossa pun hampir sama. Walaupun status mereka adalah pembantu dan majikan tapi mereka saling berbagi satu sama lain.
Selain mereka, ada beberapa tokoh lainnya yang hadir dalam novel ini, tentu saja mengisi hari-hari dari Rossa dan Nunung, seperti teman-teman Rossa yang juga menjanda yaitu Dilla dan Inge, pembantu-pembantu sekitar kompleks yang kemudian diprovokasi Nunung untuk meningkatkan derajat pembantu, dan sebagainya. Tentu saja diceritakan tentang pria-pria yang hadir dalam hidup mereka berdua.

Kelebihan: idenya menarik, ceritanya juga tidak biasa.
Kekurangan: bahasanya tidak sepuitis karya Andrei Aksana yang biasanya. Ceritanya terasa agak dipanjang-panjangkan, mungkin karena cerita bersambung. Alurnya juga kurang jelas, terkesan melompat-lompat. Endingnya menggantung. Dan satu lagi, kendala bahasa, karena ada beberapa kalimat dalam bahasa Jawa dimana si penulis tidak menjelaskan apa artinya, sedangkan tak semua pembaca mengerti bahasa Jawa.

Rating: 7,5/10

Cinta 24 Jam


Pengarang: Andrei Aksana
Penerbit: Gramedia

Sebenarnya buku ini sudah saya baca lumayan lama, yaitu sehari sebelum Lebaran 2009 tiba. Namun saya memutuskan untuk meresensinya karena menurut saya buku ini cukup menarik. Nama tokohnya sendiri saya sudah lupa.
Ceritanya tentang seorang selebritis, yang dulunya berasal dari desa. Suatu hari ibunya sakit dan meninggal. Dalam surat wasiatnya diberitahukan kepada si tokohutama bahwa ibunya punya kenalan di Jakarta, dan dengan uang tabungan ibunya, anak itu disuruh pergi ke Jakarta menemui kenalan ibunya.
Tiba di Jakarta ternyata kenalan ibunya itu sudah tak diketahui keberadaannya karena ketika si tokoh utama menuju alamat yang dituliskan ibunya, tempat itu sudah berubah menjadi perumahan mewah. Melihat keadaan si tokoh utama yang menyedihkan karena tidak mempunyai tempat tinggal dan hanya berbekalkan baju seadanya, akhirnya si pemilik rumah kasihan dan mengijinkan si tokoh utama tinggal di rumahnya secara gratis, dengan syarat dia harus membantu pekerjaan si tuan rumah.
Di Jakarta, si tokoh utama setiap hari menjalani audisi demi audisi sampai suatu saat ada yang menerimanya. Singkat cerita ia pun menjadi selebritis. Dan sebagai selebritis ternama, kawin-cerai adalah hal yang biasa. Sampai suatu hari ia merasakan cinta dengan seseorang, yang berbeda dari perasaan cinta yang sebelum-sebelumnya. Ia rela melakukan apapun untuk orang itu. Namun, setelah tepat 24 jam waktu dilewati bersama dengan orang itu, orang itu pergi dan tidak kembali lagi dalam kehiduoan si tokoh utama.

Kelebihan: bahasanya sangat puitis seperti pada karya Andrei Aksana yang lainnya. Diselipkan juga puisi-puisi pendek setiap beberapa paragraf, yang sesuai dengan isi cerita, tentunya. Endingnya tidak terduga. Untuk masa itu (sekitar 2004 atau 2005, saya lupa) tema yang diangkat tidak biasa.
Kekurangan: ceritanya terlalu singkat menurut saya, dan endingnya cenderung "kejam" walaupun tidak sekejam salah satu karya Andrei yang lain, "Karena Aku Mencintaimu" (tapi karena saya sudah agak lupa ceritanya, jadi tak saya resensi)

Rating: 8/10

Jumat, 09 Oktober 2009

Summer in Seoul

Pengarang: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia

Novel genre Metropop yang merupakan seri pertama dari seri musim-musim lainnya karya Ilana Tan (Autumn in Paris, Winter in Tokyo). Sebenarnya saya sudah membaca ketiganya, namun berhubung ketiga buku ini dipinjam dari perpustakaan, dan Summer in Seoul adalah buku yang paling terakhir saya kembalikan, maka saya memutuskan untuk membahas Summer in Seoul saja.

Novel ini bercerita tentang seorang gadis blasteran Indonesia-Korea yang bernama Sandy, mahasiswi tahun ketiga di Seoul yang bekerja sambilan di butik milik Mister Kim. Kehidupan Sandy biasa-biasa saja sampai suatu hari ketika ia berbelanja di sebuah minimarket dan menyadari bahwa ponselnya tertukar dengan ponsel orang di belakangnya, yang kebetulan pada waktu itu ponsel mereka sama dan mereka sama-sama menaruh ponsel itu di atas meja kasir ketika akan membayar belanjaan. Sandy yang ingin mengambil kembali ponsel miliknya yang tertukar pun segera menelepon ponselnya dengan ponsel milik orang itu, dan orang itu menyuruhnya agar Sandy datang saja ke rumahnya. Ketika Sandy ke rumah orang itu, baru tahulah ia bahwa orang yang ponselnya tertukar dengan Sandy itu adalah Tae Woo, penyanyi Korea yang sangat digemari oleh temannya, dan juga oleh kakaknya yang meninggal karena kecelakaan pada saat jumpa penggemar Tae Woo.

Tae Woo yang sedang digosipkan gay, meminta Sandy untuk berpura-pura menjadi pacarnya, setelah mereka berdua ketahuan dipotret diam-diam saat Tae Woo mengantarkan Sandy ke rumah Sandy setelah Tae Woo mengembalikan ponsel Sandy yang tertukar.

Dan seperti novel-novel pada umumnya, rasa cinta pun muncul diantara mereka berdua....

Pendapat saya:
Kelebihan: Gaya berceritanya bagus walapun katanya ini novel pertama Ilana Tan. Idenya lumayan menarik, walaupun saya lebih suka bukunya yang berjudul Autumn in Paris karena endingnya yang lebih tak terduga. Si penulis juga cukup kreatif karena menyambung-nyambungkan tokoh dari serial novel yang satu ke serial novel yang berikutnya. Walaupun ceritanya klise namun si penulis dapat mengembangkannya dengan menarik sehingga tak membosankan.
Kekurangan: Setting Korea-nya kurang terasa... Latar tempat lebih terasa pada seri Winter in Tokyo.

Rate: 7,9/10

The Mind Gym: Wake Your Mind Up! (Indonesian version)

Pengarang: The Mind Gym (nama timnya)
Penerbit: Gramedia

Buku psikologi yang menceritakan tentang teknik-teknik Senam Otak (The Mind Gym) yang dapat kita gunakan dalam berbagai aspek dalam kehidupan, misalnya untuk meluruskan masalah dengan orang lain, menambah kreativitas, dan lain sebagainya. Tersedia juga berbagai kuis dan teka-teki yang menarik.Walau pada awalnya saya kira buku ini membosankan namun ketika saya membacanya saya tidak merasa bosan sedikit pun. Dan setelah saya mencari lebih banyak info buku ini di internet, saya menemukan bahwa buku ini terdiri dari 3 seri. Wake Your Mind Up hanyalah salah satu dari ketiga seri buku tersebut.

Pendapat saya:
Kelebihan: Sangat menarik, tidak membosankan, setelah membacanya Anda akan merasakan bahwa pola pikir Anda berubah ke arah yang lebih baik, dan tentunya Anda akan lebih mengenal lebih jauh tentang diri Anda dan cara berpikir Anda melalui kuis dan kuesioner di buku ini. Pokoknya buku ini sangat banyak manfaatnya.
Kekurangan: Di versi Indonesia, tidak disediakan password untuk membuka beberapa artikel di buku ini yang akan dibahas lebih lanjut di www.themindgym.com (website The Mind Gym). Padahal ada beberapa teka-teki di buku ini yang membangkitkan rasa penasaran saya sedangkan jawabannya ada di situs tersebut. Untuk mengetahui jawabannya diperlukan password yang ada di buku versi Inggrisnya. Rasa penasaran saya pun tetap akan jadi rasa penasaran selamanya sampai saya menemukan password untuk membuka jawaban teka-teki tersebut.

Rate: 8,5/10

Apa Elo Soulmate Gue?

Pengarang: Windya Novita
Penerbit: Pustaka Obor
Tahun terbit: 2005

Novel setebal kurang lebih 400 halaman ini menceritakan kisah tentang seorang yang bernama Mesya yang hendak mencari soulmate alias pasangan hidupnya. Sudah banyak tipe laki-laki yang ia pacari, tapi kebanyakan berakhir putus. Sampai akhirnya dia menemukan soulmate sejati.
Pendapat saya:
Kekurangan: Ceritanya sangat klise, terdapat banyak kesalahan pengetikan, dan bahasanya sangat tidak baku. Selain itu untuk kata-kata yang tidak baku itu banyak yang tidak diberikan arti sebenarnya dalam bahasa Indonesia, sehingga agak membingungkan pembaca terutama yang berasal dari daerah. Alur cerita agak kacau dan membingungkan, melompat-lompat. Mungkin karena di buku ini tidak memakai editor.
Kelebihan: Jujur untuk memikirkan kelebihan buku ini saya butuh waktu untuk berpikir cukup lama, karena menurut saya buku ini sangat biasa saja seperti novel teenlit klise lainnya (bukan saya membenci teenlit, tapi memang kenyataannya seperti itu). Hmmm... mungkin pengalaman pribadi si penulis yang diangkat menjadi novel (?)...
Rate: 2/10

Intro

Selamat pagi/siang/sore/malam semuanya!!

Bagi yang sudah pernah membaca blog saya di www.shiichannosekai.blogspot.com atau sering mondar-mandir di berbagai forum internet mungkin mengenal siapa saya. Ya, saya adalah Shii/shii_chan/pi-chan_kawaii yang sering aktif di beberapa site seperti Kaskus dan Facebook serta forum pencinta Jepang seperti YUI-indo dan lain sebagainya. Saya juga merupakan pemilik dari blog Shii-chan's World dengan URL www.shiichannosekai.blogspot.com. Untuk lebih mengenal tentang saya, silakan add FB saya di facebook.com/shinyurihara atau kunjungilah blog Shii-chan's World.

Karena salah satu hobi utama saya adalah membaca (ada yang beli, tapi kebanyakan dari perpustakaan sekolah karena keterbatasan biaya), maka saya berniat untuk membuat resensi dari buku-buku yang saya baca, terhitung 1 Oktober 2009. Buku yang saya baca memang tak semuanya baru sih, namun semoga sedikit banyak blog ini dapat membantu Anda mencari buku mana yang sesuai dengan keinginan Anda.

Namanya juga resensi, pasti ada ratenya, selain menceritakan singkat dari isi buku, data-data, dan sebagainya. Rate itu, seperti pada resensi lagu/album di blog Shii-chan's World, juga dinilai berdasarkan skala 1-10.

Yah segitu dulu perkenalannya.... Kita mulai saja entrinya...